Selasa, 21 Oktober 2008

Artikel 02 : APLIKASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI TK / SD

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pancasila suatu bentuk pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Secara konseptual pendidikan nilai atau value education akan pendidikan moral atau moral education memiliki konotasi dan cakupan yang berbeda. Pendidikan nilai lebih luas dari pada pendidikan moral, konsep nilai mencakup nilai religius, ekonomis, praktis, etis dan estetis. Pendidikan moral berkenaan dengan proses pendidikan nilai etis yaitu baik dan buruk. Pendidikan nilai dalam pendidikan Pancasila dalam pandangan Lickona (1992) disebut “educating for character” atau “pendidikan watak” mengartikan watak atau karakter sesuai dengan pandangan filosofis Michael Novale yakni compatible mix of all those virtues identifed bu religions traditions, literary stories, the sages and persons of commonsense down trough history artinya suatu perpaduan yang harmonis dari berbagai kebijakan yang tertuang dalam keagamaan, sastra, pandangan kaum cerdik pandai dan manusia pada umumnya sepanjang zaman. Oleh karena itu Lichona memandang karakter memiliki tiga unsur yang berkaitan dengan konsep moral, rasa dan sikap moral dan perilaku moral.
Nilai dianggap bernilai atau berharga yang menjadi landasan, pedoman, pegangan dan semangat seseorang dalam melakukan sesuatu. Pancasila merupakan satu kesatuan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sebagaimana yang terkandung dalam lima silanya. Nilai-nilai yang terkristal dari agama dan budaya bangsa tersebut meruapkan satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Terlepas salah satu nilai tersebut dari nilai-nilai lain tidak lagi bermakna Pancasila.
Aplikasi Pancasila dalam kehidupan artinya adalah praktik sikap dan perilaku manusia yang sesuai dengan nilai-nilai moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari baik lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Aplikasi Pancasila dalam kehidupan didukung oleh media yang memadai dalam bentuk tampilan nyata sikap dan perilaku. Aplikasi nilai moral Pancasila mengandung makan bahwa nilai-nilai orla Pancasila menjadi acuan dalam setiap kehidupan manusia.

1.2 Rumusan Masalah
a. Apa arti Pancasila sebagai nilai pada pendidikan TK/SD?
b. Mengapa aplikasi nilai Pancasila perlu dalam pendidikan TK/SD?
c. Bagaimana aplikasi nilai Pancasila dalam pendidikan di TK/SD?

1.3 Tujuan
a. Mengerti arti Pancasila sebagai nilai pada pendidikan
b. Mengaplikasikan nilai Pancasila dalam pendidikan
c. Supaya aplikasi nilai Pancasila dapat terwujud dalam pendidikan

2. Bahasan
2.1 Pengertian
Pendidikan nilai Pancasila dalam pandangan Lichkona (1992) disebut pendidikan watak. Oleh karena itu Lichona memandang karakter atau watak itu memiliki tiga unsur yang saling berkaitan yakni konsep moral, rasa dan sikap moral dan perilaku moral. Ketiga aspek tersebut harus menyentuh seperti berikut: konsep moral (kesadaran, pemahaman, manfaat tenggang rasa), sikap moral (kata hati, rasa percaya diri, empati, pengendalian diri terhadap orang lain) perilaku moral (kemampuan, kemauan, kebiasaan, menenggang rasa orang lain). Pendidikan nilai dan moral dikaitkan dengan konsep pendidikan watak hal-hal yang perlu dipahami:
a. Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran yang memiliki aspek utama sebagai pendidikan nilai dan moral pada akhirnya akan bermuara pada pengembangan watak atau karakter anak didik SD dengan dan merujuk pada nilai-nilai dan moral Pancasila.
b. Nilai dan moral Pancasila dan UUD 45 dapat dikembangkan dalam diri anak didik dari TK dan SD melalui pengembangan konsep moral, sikap moral dan perilaku moral setiap rumusan butir nilai yang dipilih sebagai materi pendidikan moral Pancasila.
Oleh karena itu pendidikan Pancasila dapat dikatakan sebagai program pembelajaran nilai dan moral dan UUD 45 yang bermuara pada watak Pancasila dan UUD 45 dalam diri anak didik. Pendidikan nilai tidak bisa diajarkan atau ditangkap sendiri tetapi harus dialami melalui proses belajar. Pendidikan nilai berfungsi untuk melandasi, mengarahkan, mengendalikan dan menentukan kelakuan seseorang yang berlandaskan nilai biasa tapi bersifat mekanis atau behavior (perilaku nyata)

2.2 Nilai Dianggap Berharga
Nilai Dianggap Berharga karena menjadi landasan, pedoman, pegangan dan semangat seseorang dalam melakukan sesuatu. Penanaman dan membiasakan sikap yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat perlu dari usia dini dalam rangka pembinaan dan pembentukan pribadi. Mengapa hal itu perlu, karena lebih strategis bila diawali dari pendidikan dasar. Nilai tersebut seperti tenggang rasa, tanggung jawab, pengendalian diri dan lain sebagainya.
Mengapa penanaman nilai dalam rangka pembentukan sikap perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena kecerdasan yang tinggi tanpa dibarengi moralitas yang baik mungkin akan berbahaya bagi diri dan umat manusia (Djahiri, 1995). Untuk memahami nilai-nilai Pancasila dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pada diri manusia harus ada kemampuan untuk pengetahuan perbuatan harus dilakukan, rasa yang menguji dengan hasratnya sendiri. Nilai Pancasila lebih diarahkan pada keterlibatan anak didik dalam memahami konsep.

2.3 Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila
Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila adalah praktik sikap dan perilaku manusia yang sesuai. Pancasila merupakan satu kesatuan nilai-nilai ketuhanan (agama). Kesadaran manusia sebagai ciptaan Tuhan ini melahirkan kesadaran bahwa manusia adalah hamba (abdi) Tuhan. Mengandung konsekuensi keharusan manusia untuk taat dan patuh pada ciptaannya. Kemanusiaan, manusia tidak terlepas dari harkat dan martabatnya sebagai makhluk yang berakal. Keberakalan identik dengan keberontakan dan keberpikiran manusia. Persatuan mengandung makna persatuan dan kesatuan ideologis (Pancasila), politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan. Kesatuan dan persatuan bangsa dibangun berdasarkan solidaritas sosial diperlukan adanya kerelaan berkorban kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat adalah demokrasi yang mengedepankan musyawarah.

3 komentar:

Duri mengatakan...

bisa rekomendasi buat refrensinya gak Pak?

swaradwija mengatakan...

terima kasih dan mohon izin untuk unduh postingannya ....

swaradwija mengatakan...

terima kasih dan mohon izin untuk unduh postingannya ....